3 Apa pun yang kamu lakukan, janganlah mementingkan kepentinganmu sendiri atau menonjolkan diri. Utamakanlah kepentingan setiap saudara seiman lebih daripada kepentinganmu sendiri, dan tetaplah rendah hati. 4 Janganlah kamu hanya sibuk memikirkan keperluanmu sendiri, tetapi pikirkanlah juga keperluan orang lain.
5 Jadi hendaklah kamu mengikuti sikap Kristus Yesus!
14 Lakukanlah segala sesuatu tanpa bersungut-sungut dan tanpa bertengkar. 15-16 Dengan begitu kalian layak disebut anak-anak Allah, sebab kalian hidup murni dan tidak ternoda serta bersih dari segala kesalahan, walaupun kalian berada di antara orang-orang yang sesat dan berhati busuk. Dan hendaklah kalian terus berpegang pada ajaran yang memberi hidup, sehingga kalian menjadi teladan baik di antara mereka, bagaikan terang yang bersinar seperti bintang-bintang di dunia yang gelap. Dengan demikian, saya akan sangat bersukacita waktu Kristus datang kembali, karena terbuktilah bahwa usaha dan perjuangan saya tidak sia-sia. 17 Kamu semua percaya penuh kepada-Nya sehingga kamu mengurbankan hidupmu untuk melayani Allah. Jadi sekalipun saya harus memberikan darah saya sendiri bersama kurban kalian— maksudnya kalau saya juga dibunuh karena terus berjuang mempertahankan keyakinan kita tentang Kristus[a]— saya tetap senang! Dan saya mau supaya kalian turut merasakan sukacita itu bersama saya. 18 Ya, biarlah kalian ikut bergembira dan bersukacita bersama saya!
25 Namun saya merasa perlu mengutus Epafroditus kembali kepada kalian. Dia adalah saudara seiman saya yang baik, yang sudah menjadi teman sekerja dan seperjuangan dalam melayani pekerjaan Tuhan. Memang dulu kalian mengutus dia untuk mengurus keperluan saya di penjara ini. 26 Tetapi saya mengutus dia kembali karena dia sendiri sangat rindu bertemu lagi dengan kalian semua. Dia merasa kuatir karena tahu bahwa kalian sudah mendengar bahwa dia sakit keras. 27 Benar, dia pernah sakit parah dan hampir mati, tetapi Allah berbelas kasihan kepadanya dan menolong dia. Dengan belas kasih-Nya itu, bukan hanya Epafroditus yang tertolong, tetapi juga saya. Karena dengan kesembuhan Epafroditus, saya tidak menjadi semakin sedih.
28 Itulah sebabnya saya senang bisa mengutus dia kembali kepada kalian. Dengan begitu kalian akan gembira melihat dia, dan saya tidak perlu kuatir lagi tentang kesehatannya. 29 Jadi sambutlah dia dengan penuh sukacita sebagai saudara yang juga sudah bersatu dengan Tuhan Yesus. Dan hormatilah orang-orang seperti dia, 30 karena dia hampir mati dalam melayani pekerjaan Kristus. Dia rela membahayakan nyawanya saat memenuhi tugas yang kalian berikan, yaitu mengurus keperluan saya selama dipenjarakan di sini.
<- Filipi 1Filipi 3 ->- a memberikan darah saya sendiri … Secara harfiah: mencurahkan air anggur sebagai persembahan. Sesuai hukum Taurat, persembahan binatang hampir selalu dilengkapi dengan tepung terigu yang dicampur minyak zaitun dan kira-kira dua liter air anggur. Semuanya itu dicurahkan sedikit demi sedikit sampai habis ke atas daging kurban yang sedang dibakar di mezbah (Kel. 29:38-41; Bil. 15:1-12). Maksud perkataan Paulus ini bukanlah bahwa darahnya benar-benar menjadi persembahan. Tetapi dengan kiasan tersebut Paulus menggambarkan bahwa dia rela dibunuh dengan cara yang mengerikan demi kepentingan mereka, yaitu mempertahankan Kabar Baik yang sudah mereka percayai. Bandingkan 2Tim. 4:6.