1 Maka berkatalah TUHAN Panglima Semesta, “Ketahuilah, Aku akan mengirim seorang utusan untuk mempersiapkan jalan bagi-Ku. Lalu pada waktu yang tidak kalian duga, Penguasa yang katamu kalian tunggu-tunggu akan datang ke rumah-Ku. Dialah Pemberita yang akan menegakkan perjanjian-Ku dengan umat Israel.[a] 2 Kedatangan-Nya dapat digambarkan seperti api di tungku tempat memurnikan logam, atau seperti sabun yang menghilangkan noda dari pakaian. Tidak seorang pun akan terbukti benar saat Dia datang menghakimi. 3 Dia akan memurnikan para imam dan pelayan Lewi dari kenajisan mereka, seperti api tungku memurnikan emas dan perak. Dengan demikian mereka kembali layak untuk mempersembahkan kurban yang benar-benar memulihkan hubungan umat dengan-Ku. 4 Sesudah itu, Aku akan berkenan lagi menerima persembahan dari penduduk Yehuda dan Yerusalem.”
5 TUHAN Panglima Semesta berkata, “Pada waktu Aku datang untuk menghakimi kalian, Aku akan menjadi saksi yang memberatkan bagi
8 “Lalu Aku menjawab: Seharusnya manusia takut kepada-Ku, tetapi kalian telah merampok milik-Ku. Namun kalian membantah, ‘Tidak mungkin! Kami tidak pernah merampok milik-Mu!’
14 “Kalian berkata begini: ‘Percuma saja beribadah kepada Allah! Tidak ada gunanya kita melakukan peraturan-Nya. Tidak ada gunanya juga kita bertobat dan menyesali dosa kita, 15 karena ternyata orang yang sombong malah diberkati, dan orang yang berbuat jahat malah menjadi kaya. Mereka bahkan melawan Allah, tetapi mereka tidak kena hukuman!’ ”
16 Akan tetapi, ada sekelompok orang lain yang takut dan hormat kepada TUHAN. Mereka membicarakan hal-hal yang benar tentang Dia. TUHAN memperhatikan dan senang mendengar yang mereka katakan. Lalu di hadapan-Nya sebuah kitab ditulis untuk mengingat mereka yang menghormati dan menghargai-Nya. 17 TUHAN Panglima Semesta berkata, “Mereka itulah umat-Ku yang sesungguhnya. Pada waktu Aku datang nanti, Aku akan mengangkat mereka menjadi milik-Ku yang berharga. Aku tidak akan menghukum mereka, sama seperti seorang ayah tidak menghukum anak laki-lakinya yang taat. 18 Saat itu, akan terlihat jelas yang mana orang benar dan yang mana orang bejat. Aku akan memisahkan orang yang menyembah Aku dari mereka yang tidak menyembah-Ku.”
<- Maleaki 2Maleaki 4 ->- a ayat 1 TSI berusaha menerjemahkan sesuai pemahaman para pembaca pada zaman Maleaki. Ayat ini tidak mudah dimengerti oleh pembaca mula-mula karena beberapa kesulitan berikut. Pertama, TUHAN mengatakan bahwa Dia akan mengirim seorang utusan (atau malaikat) untuk mempersiapkan jalan ‘bagi-Ku’. Berarti yang akan datang adalah TUHAN sendiri. Lalu dalam kalimat berikutnya, TUHAN mengatakan bahwa bukan Dia sendiri yang akan datang, tetapi seorang penguasa, yang “tiba-tiba datang ke baitnya” (terjemahan harfiah). Tulisan pada zaman itu belum memiliki huruf kapital. Jadi, para pembaca pertama tidak dapat memastikan apakah ‘penguasa’ yang dimaksud adalah Allah atau manusia. Tetapi, dikatakan bahwa penguasa itu mempunyai ‘bait’, sedangkan manusia tidak mungkin memiliki bait. Hal itu menjadi petunjuk bagi pembaca pertama bahwa Penguasa yang dibicarakan adalah TUHAN sendiri atau Mesias. Di zaman sekarang, dengan Perjanjian Baru, kita lebih mengerti siapa Penguasa yang dimaksud. Lihat Mal. 4:5-6; Mat. 17:9-13.
Languages