Maleaki
1 Saya Maleaki,[a] yang diutus TUHAN untuk menyampaikan pesan ini kepada bangsa Israel.
7-8 “Lalu Aku menjawab, ‘Kalian menghina Aku dengan menyepelekan kurban-kurban di mezbah-Ku.’ Tetapi kalian para imam tetap membantah, ‘Tidak mungkin! Kami tidak pernah menyepelekan kurban bagi-Mu!’
10 “Oh, sungguh lebih baik jika ada imam yang menutup rapat halaman pintu rumah-Ku, supaya kalian tidak usah lagi datang membakar kurban yang omong kosong di atas mezbah-Ku. Aku sama sekali tidak berkenan kepadamu dan tidak mau menerima kurbanmu! 11 Dari ujung timur sampai ke ujung barat Aku dihormati di antara bangsa-bangsa. Di setiap negeri di dunia, ada orang yang membakar dupa dan memberikan persembahan yang layak kepada-Ku, karena semua bangsa menghormati Aku. 12 Tetapi kalian para imam malah mencemari mezbah-Ku dengan mempersembahkan kurban yang bercacat, seolah-olah kalian berkata, ‘Mezbah TUHAN dan kurban-kurbannya cuma hal sepele.’ 13 Kalian juga meremehkan Aku dengan berkata, ‘Peraturan ibadah ini hanya merepotkan saja.’ Lalu kalian mempersembahkan bagi-Ku hewan yang pincang, yang sakit, atau hasil rampasan. Jangan berpikir Aku akan menerima persembahan seperti itu!
14 “Aku Raja tertinggi atas semesta. Aku ditakuti dan dihormati oleh semua bangsa. Maka terkutuklah setiap penipu, yaitu orang-orang yang sudah berjanji mempersembahkan hewan jantannya yang bagus kepada-Ku, tetapi kemudian mempersembahkan yang bercacat.”
Maleaki 2 ->- a Maleaki Tidak ada informasi yang pasti tentang Maleaki. Diperkirakan dia menulis kitab ini sekitar tahun 460 SM, hanya dua tahun sebelum Ezra memanggil bangsa Yehuda dan penduduk Yerusalem untuk bertobat dan kembali melaksanakan hukum TUHAN (mulai tahun 458 SM). Nama Maleaki artinya ‘pembawa pesanku’. Dalam bahasa Ibrani, kata yang sama juga berarti ‘malaikat’. Karena itu, ada penafsir yang beranggapan bahwa Maleaki bukan nama penulis, tetapi julukan yang sengaja menyamarkan namanya.
- b Aku pilih … Aku tolak Secara harfiah: “Aku telah selalu mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.” Dalam perkataan ini, kedua nama tersebut merujuk kepada bangsa keturunan mereka masing-masing, bukan kepada Yakub dan Esau sendiri. Arti perkataan ini bukanlah bahwa TUHAN bertindak berdasarkan perasaan. Ucapan ini sebaiknya dipahami seperti tulisan Rasul Paulus di Rm. 9:13, sebagai bukti bahwa TUHAN mengatur segala sesuatu menurut rencana dan janji-Nya.
- c Yes. 34:5-17
Languages