2 Lalu, pada waktu perayaan Hari Raya Pondok di bulan Oktober[a] seluruh rakyat Israel berkumpul di Yerusalem. 3 Setelah semua tua-tua bangsa Israel hadir, para imam mengangkat peti perjanjian TUHAN, 4 dibantu oleh orang-orang Lewi yang mengangkut kemah pertemuan dan semua barang kudus di dalam kemah itu. 5 Raja Salomo dan seluruh umat Israel hadir mengiringi pemindahan peti perjanjian. Mereka mempersembahkan domba dan sapi yang tidak terhitung banyaknya.
6 Para imam membawa masuk peti perjanjian ke tempat yang sudah disiapkan untuknya, yaitu ruang mahakudus di bagian paling dalam rumah TUHAN, dan meletakkannya di bawah sayap kedua bentuk malaikat penjaga. 7 Sayap-sayap malaikat penjaga itu terbentang penuh sehingga dapat menaungi peti perjanjian beserta tongkat-tongkat pengusungnya. 8 Tongkat pengusung itu sangat panjang sehingga ujung-ujungnya terlihat dari ruang kudus, tetapi tidak terlihat dari luar rumah TUHAN. Tongkat pengusung itu masih terpasang pada peti perjanjian sampai saat kitab ini ditulis. 9 Di dalam peti perjanjian TUHAN hanya ada dua lempengan batu yang dahulu Musa letakkan di dalamnya. Kedua lempengan itu bertuliskan perjanjian yang TUHAN buat dengan bangsa Israel di gunung Sinai,[b] setelah mereka keluar dari Mesir.
10 Ketika para imam meninggalkan ruang kudus, tiba-tiba awan memenuhi rumah TUHAN, 11 yaitu awan yang menandakan kemuliaan TUHAN hadir, sehingga para imam tidak sanggup melanjutkan tugas pelayanan di dalam rumah TUHAN.
14 Kemudian raja berbalik menghadap rakyat Israel yang sedang berdiri di tempat itu, lalu mengucapkan doa berkat atas mereka. 15 Salomo berkata, “Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang sudah memenuhi janji-Nya kepada ayahku, Daud. 16 Dalam janji-Nya itu, TUHAN berkata, ‘Sejak Aku membawa umat-Ku Israel keluar dari Mesir sampai mereka sudah menetap di negeri Kanaan, Aku tidak pernah memilih satu pun kota di daerah suku-suku Israel untuk mendirikan rumah sebagai tempat menyembah Aku.[d] Akan tetapi, Aku memilih Daud untuk memimpin umat-Ku Israel.’ 17 Sesungguhnya, ayahku Daud sangat ingin mendirikan sebuah rumah untuk menghormati TUHAN, Allah Israel. 18 Namun, TUHAN berkata kepadanya, ‘Niat dan rencanamu itu baik, 19 tetapi bukan kamu yang akan membangun rumah itu, melainkan anak kandungmu yang akan lahir kelak. Dialah yang akan membangun rumah bagi kehormatan-Ku.’ 20 Dan sekarang, TUHAN sudah menepati janji-Nya dengan membuat saya menjadi raja menggantikan ayah saya untuk memimpin kerajaan Israel, dan saya sudah membangun rumah ini bagi TUHAN, Allah Israel. Semua terjadi sesuai janji-Nya. 21 Di dalam rumah ini saya sudah menyiapkan sebuah ruangan untuk menaruh peti yang berisi dua lempengan batu bertuliskan perjanjian yang TUHAN buat dengan nenek moyang kita ketika Dia membawa mereka keluar dari Mesir.”
27 “Tetapi, ya Allah, aku tahu bahwa Engkau terlalu agung untuk tinggal di rumah yang aku bangun ini. Jangankan bumi, seluruh tingkat surga dan langit pun tidak cukup untuk menjadi tempat kediaman-Mu! 28 Meski begitu, mohon dengarlah doa hamba-Mu ini, permintaan yang aku serukan kepada-Mu hari ini, ya TUHAN Allahku. 29 Kiranya Engkau selalu memperhatikan rumah ini, yang Engkau janjikan untuk menjadi tempat kehadiran-Mu, dan selalu mendengar doa-doa yang dipanjatkan hamba-Mu dengan menghadap ke rumah ini. 30 Baik aku maupun rakyat Israel, ketika kami berdoa dengan menghadap ke rumah ini, kiranya Engkau mendengar doa kami dari rumah-Mu di surga dan mengampuni dosa-dosa kami.
31 “Ketika ada orang berselisih karena yang satu berbuat salah terhadap yang lain, lalu dia diminta bersumpah di hadapan mezbah-Mu di rumah ini, dengan mengatakan, ‘Jika aku bersalah, biarlah TUHAN menghukumku,’ 32 maka, ya TUHAN, dengarlah dari surga perkara-perkara para hamba-Mu itu, dan berilah keadilan. Nyatakanlah siapa yang benar dan siapa yang salah, supaya yang salah mendapat hukuman dan yang benar mendapat pembelaan.
33 “Ketika umat-Mu Israel dikalahkan oleh musuh karena mereka berdosa terhadap Engkau, lalu terpaksa mengungsi ke negeri lain, tetapi kemudian mereka bertobat, mengakui kekuasaan-Mu, dan memanjatkan permohonan mereka dengan menghadap ke rumah-Mu ini, 34 dengarlah doa mereka dari surga. Ampunilah dosa-dosa umat-Mu Israel dan bawalah mereka kembali ke negeri ini, yang sudah Engkau berikan kepada nenek moyang kami.
35 “Ketika umat-Mu berdosa terhadap Engkau sehingga Engkau menghukum mereka dengan menahan hujan dan mengadakan kekeringan, lalu mereka berdoa dengan menghadap ke rumah-Mu ini untuk mengakui kekuasaan-Mu dan bertobat dari dosa-dosa mereka, 36 dengarlah doa mereka dari surga dan ampunilah dosa hamba-hamba-Mu, umat Israel. Ajarilah mereka cara hidup yang benar, dan turunkanlah hujan ke atas negeri yang sudah Engkau berikan menjadi milik mereka turun temurun.
37 “Apabila di negeri ini terjadi bencana kelaparan, atau wabah penyakit, atau serangan hama seperti belalang dan ulat, atau jika musuh datang menyerang gerbang kota, apa pun musibah atau penyakit yang melanda negeri ini, 38 lalu seseorang atau seluruh umat-Mu Israel menghadap ke rumah ini, menengadahkan tangan untuk mendoakan kesulitan apa pun dalam hati mereka masing-masing, 39 dengarlah doa mereka dari rumah-Mu di surga. Ampunilah mereka dan berikanlah jawaban doa kepada setiap orang sesuai dengan sikap dan perbuatan mereka, karena hanya Engkau sajalah yang mengetahui isi hati setiap orang. 40 Dengan begitu, mereka belajar takut dan hormat kepada-Mu sepanjang hidup mereka di tanah yang Engkau berikan kepada nenek moyang kami.
41-42 “Begitu juga, ketika ada orang-orang asing, yang bukan umat-Mu Israel, datang dari negeri jauh untuk berdoa di rumah-Mu ini karena mendengar tentang nama-Mu yang termasyhur, kekuasaan-Mu yang hebat, dan kekuatan-Mu yang dahsyat, 43 dengarlah juga doa mereka dari rumah-Mu di surga dan kabulkanlah permohonan mereka, supaya semua bangsa di bumi mengenal Engkau dan belajar takut dan hormat kepada-Mu seperti umat-Mu Israel. Mereka juga akan tahu bahwa rumah yang aku dirikan ini adalah untuk kehormatan-Mu.
44 “Apabila umat-Mu pergi berperang melawan musuh ke daerah mana pun Engkau mengutus mereka, lalu mereka berdoa kepada-Mu dengan menghadap ke arah kota ini, yang sudah Engkau pilih, yaitu ke arah rumah yang aku dirikan untuk menghormati Engkau, 45 dengarlah doa permohonan mereka dari surga dan berilah mereka kemenangan.
46 “Suatu hari nanti, tentu umat-Mu akan berdosa terhadap Engkau, karena memang tidak ada manusia yang tak berdosa. Ketika itu terjadi, Engkau akan marah dan menyerahkan umat-Mu untuk ditawan ke negeri musuh, baik yang dekat maupun yang jauh. 47 Tetapi jika kemudian di sana umat-Mu menyadari dosa mereka dan memohon belas kasihan-Mu dengan berkata, ‘Kami sudah berdosa dan berbuat sangat jahat, ya TUHAN,’ 48 lalu dengan sepenuh hati mereka kembali kepada-Mu dan berdoa dengan menghadap ke rumah-Mu ini, yang berada di kota dan negeri yang sudah Engkau pilih dan berikan kepada nenek moyang kami, 49 dengarlah doa permohonan mereka dari rumah-Mu di surga, dan kasihanilah mereka. 50 Ampunilah segala dosa dan pelanggaran yang sudah dilakukan umat-Mu terhadap Engkau. Buatlah musuh-musuh yang menawan mereka berbelas kasihan kepada mereka. 51 Karena mereka adalah umat-Mu, milik kepunyaan-Mu yang istimewa, yang sudah Engkau bawa keluar dari Mesir, negeri perbudakan yang menyiksa seperti panasnya tempat peleburan besi.
52 “Kiranya Engkau memperhatikan dan mendengar permohonan hamba-hamba-Mu umat Israel, setiap kali mereka berseru kepada-Mu, 53 sebab Engkau ya, TUHAN, sudah mengkhususkan mereka dari antara segala bangsa di bumi untuk menjadi milik-Mu yang istimewa, sebagaimana Engkau katakan melalui hamba-Mu Musa, ketika Engkau membawa nenek moyang kami keluar dari Mesir.”
62 Kemudian Raja Salomo dan seluruh rakyat Israel yang berkumpul di sana mempersembahkan kurban-kurban bagi TUHAN. 63 Salomo mempersembahkan 22.000 ekor sapi dan 120.000 ekor domba sebagai kurban tanda damai kepada TUHAN. Demikianlah raja dan seluruh Israel meresmikan rumah TUHAN. 64 Pada hari itu juga, Salomo menyucikan bagian tengah halaman di depan rumah TUHAN. Tempat itu dia gunakan untuk mempersembahkan kurban yang dibakar habis, persembahan gandum-ganduman, dan lemak dari kurban tanda damai, karena mezbah kurban bakaran di depan rumah TUHAN tidak cukup untuk menampung semua kurban persembahan itu. 65 Salomo dan seluruh orang Israel yang berkumpul merayakan peresmian selama satu minggu, lalu menambah satu minggu lagi.[e] Sangat besar jumlah orang yang berkumpul. Mereka datang dari daerah Lebo Hamat di bagian utara sampai daerah cabang sungai Mesir di bagian selatan. 66 Setelah dua minggu, Salomo membubarkan seluruh rakyat itu. Mereka pun mendoakan berkat bagi raja, lalu masing-masing pulang dengan sangat gembira karena segala kebaikan yang sudah TUHAN lakukan kepada hamba-Nya Daud dan umat-Nya Israel.
<- 1 Raja-raja 71 Raja-raja 9 ->
Languages